analisa udara ambien

Analisa Udara Ambien dan Partikulat Sesuai Parameter PM 10

Analisa Udara Ambien dan Partikulat Sesuai Parameter PM 10 – Sebelum kita masuk ke dalam pembahasan Analisa Udara Ambien yuk kita kenali jenis udara yang ada. Terdapat 2 jenis udara yang kita hirup yaitu udara emisi dan udara ambien. Knalpot kendaraan, mesin prodksi pabrik atau cerobong asap merupakan penyumbang udara emisi.

Kemudian manusia menghirup udara ambien yang merupakan udara bebas. Salah satu komponen dalam udara ambien adalah partikulat yang berbentuk asap, debu dan uap. Pajanan dari masing masing partikulat tergantung dari komposisi dan ukuran dari partikulat tersebut.

PP No 41 Tahun 1999 mengatur tentang Analisa Udara Ambien dan Partikulat Sesuai Parameter PM 10. Kemudian baku mutu ini memiliki 9 parameter yang berlaku untuk menilai kondisi udara ambien secara umum, yakni :

1. Karbon monoksida (CO)

Senyawa tidak berbau, tidak berasa dan pada suhu udara normal berbentuk gas tidak berwarna. Proses pembakaran bahan bakar fosil yang tidak sempurna menghasilkan bensin, minyak dan kayu bakar. Juga pembakaran produk-produk alam dan sintesis, termasuk rokok. Konsentrasi rendah dapat menyebabkan pusing dan keletihan, konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kematian (Kementerian Lingkungan Hidup, 2007).

2. Nitrogen dioksida (NO2)

Gas ini berwarna coklat kemerahan dan berbau tajam. Terutama dari proses pembakaran bahan bakar fosil, seperti bensin, batubara dan gas alam. NO2 bisa berasal dari oksidasi dengan kandungan N dalam bahan bakar dan juga oksidasi dengan N udara karena panas. NO2 bersifat racun terutama terhadap paru. Paru-paru yang terkontaminasi dengan gas NOx
akan mengalami pembengkakan. Pada konsentrasi NO2 > 100 ppm kebanyakan hewan akan mati (Kementerian Lingkungan Hidup, 2007).

3. Sulfur dioksida (SO2)

Gas tidak berwarna, berbau dalam konsentrasi pekat. Pembakaran bahan bakar yang mengandung sulfur, misalnya solar dan batubara menghasilkan Sulfur Dioksida (SO2). Menyebabkan sesak nafas bahkan kematian pada manusia dan juga pada hewan. Pada tumbuhan, menghambat fotosintesis, proses asimilasi dan respirasi. Merusak cat pada bangunan akibat reaksinya dengan bahan dasar cat dan timbal oksida (PbO). Gas SO2 adalah kontributor utama hujan asam (Kementerian Lingkungan Hidup, 2007).

4. Debu Jatuh (Dustfall)

Partikel berukuran 100 mikron lebih. Debu tanah kering yang terbawa oleh angin atau berasal dari muntahan letusan gunung berapi menghasilkan Debu Jatuh (Dustfall). Selain itu, pembakaran yang tidak sempurna dari bahan bakar yang mengandung senyawa karbon murni atau bercampur dengan gas-gas organik seperti halnya penggunaan mesin disel yang tidak terpelihara dengan baik. (Kementerian Lingkungan Hidup, 2007).

5. Total Suspended Particulate (TSP)

Partikulat adalah padatan atau cairan di udara dalam bentuk asap, debu dan uap. Komposisi dan ukuran partikulat sangat berperan dalam menentukan pajanan. Ukuran partikulat debu yang membahayakan kesehatan umumnya berkisar 0,1 mikron – 10 mikron. Partikulat
juga merupakan sumber utama haze (kabut asap) yang menurunkan visibilitas. PM10 berukuran ≤ 10 mikron. Mengganggu saluran pernafasan bagian atas dan menyebabkan iritasi.PM2,5 berukuran ≤ 2,5 mikron. Langsung masuk ke dalam paru-paru dan mengendap di alveoli (Kementerian Lingkungan Hidup, 2007).

6. Ozon (O3)

Pada lapisan troposfer terbentuknyaO3 akibat adanya reaksi fotokimia pada senyawa oksida nitrogen (NOx) dengan bantuan sinar matahari. Konsentrasi ozon yang tinggi dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernafasan, serangan jantung dan kematian. Sebaliknya, di lapisan stratosfer keberadaan ozon sangat dibutuhkan untuk ‘menyelimuti’ permukaan bumi dari radiasi sinar ultraviolet. (Kementerian Lingkungan Hidup, 2007).

7. Klorida

Gas berwarna hijau, bau sangat menyengat. Efek samping dari proses pemutihan (bleaching) dan produksi zat/ senyawa organik yang mengandung klor. Menyebabkan iritasi mata. Jika masuk dalam jaringan paru-paru dan bereaksi dengan ion hidrogen akan membentuk asam klorida yang bersifat sangat korosif dan menyebabkan iritasi dan peradangan saluran pernapasan (Kementerian Lingkungan Hidup, 2007).

8. Hidrokarbon (HC)

Jika berbentuk gas di udara umumnya tergolong sebagai Volatile Organic Compounds (VOC). Bentuk cair menjadi semacam kabut minyak. Jika padatan akan membentuk debu. Berasal dari industri plastik, resin, pigmen, zat warna, pestisida, karet, aktivitas geothermal, pembuangan sampah, kebakaran hutan serta transportasi. Reaksi di udara dengan bahan lain dan membentuk Polycyclic Aromatic Hidrocarbon (PAH). bila masuk dalam paru-paru menimbulkan luka dan merangsang terbentuknya sel-sel kanker. (Kementerian Lingkungan Hidup, 2007).

9. Timbal (Pb)

Logam lunak yang berwarna kebiru-biruan atau abu-abu keperakan. Sangat beracun dan menyebabkan berbagai dampak kesehatan terutama pada anak-anak. Dapat menyebabkan kerusakan sistem syaraf dan pencernaan, sedangkan berbagai bahan kimia yang mengandung
timbal dapat menyebabkan kanker (Kementerian Lingkungan Hidup, 2007).

Baku Mutu Udara Ambien

Berdasarkan PP No. 41 Tahun 1999 baku mutu udara ambien merupakan ukuran batas atau kadar zat, energi, dan/atau komponen yang ada atau yang seharusnya ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam udara ambien.

Oleh karena itu, pelaku usaha yang bergerak dalam bidang produksi dan manufaktur wajib melakukan uji analisa udara setidaknya 6 bulan sekali. Laboratorium lingkungan bersertifikasi harus siap membantu dalam hal pengelolaan lingkungan hidup.

Tinggalkan Balasan