debu

4 Penyakit Mengintai Akibat Paparan Debu

Debu atau Dust adalah partikel padat yang berukuran sangat kecil yang dibawa oleh udara. Partikel-partikel kecil ini dibentuk oleh suatu proses disintegrasi atau fraktur seperti penggilingan, penghancuran atau pemukulan terhadap benda padat. Mine Safety and Health Administration (MSHA) mendefinisikan debu sebagai padatan halus yang tersuspensi diudara (airbone) yang tidak mengalami perubahan secara kimia ataupun fisika dari bahan padatan aslinya.

Debu adalah partikel kecil yang berasal dari beberapa sumber yang dibawa oleh udara dan bersifat toksik (racun) yang umumnya timbul karena aktivitas mekanis seperti aktivitas mesin-mesin industri, transportasi, bahkan aktivitas
manusia lainnya. Jenis industri konstruksi, pertambangan dan agrikultur banyak menyumbang debu terhadap lingkungan yang muncul akibat beragam kegiatan seperti grinding hingga crushing.

Jenis Jenis Debu

Menurut Mengkidi, adapun jenis jenis debu berdasarkan tingkat bahaya nya, antara lain:

  • Karsigonik Dust, adalah debu yang dapat merangsang terjadinya sel kanker. Contohnya adalah debu arsenik, debu hasil peluruhan radon, dan asbes.
  • Fibrogenik Dust, adalah debu yang dapat menimbul fibrosis pada sistem pernapasan. Contohnya adalah debu asbes, debu silika, dan batubara.
  • Radioaktif Dust, adalah debu yang memiliki paparan radiasi alfa dan beta. Contohnya bijih-bijih torium
  • Eksplosif Dust, adalah debu yang pada suhu dan kondisi tertentu mudah untuk meledak. Contohnya debu metal, batubara, debu organik.
  • Debu yang memiliki racun terhadap organ atau jaringan tubuh. Contohnya debu mercuri, nikel, timbal, dan lain-lain.
  • Inert Dust, adalah debu yang memiliki kandungan <1% kursa yang mengakibatkan penggangguan dalam bekerja dan juga menimbulkan iritasi pada mata dan kulit. Contohnya adalah debu gypsum, batu kapur, dan kaolin.
  • Inhalable dust atau irrespirable dust, adalah debu yang berukuran >10 µ yang hanya tertahan di hidung.
  • Respirable dust, adalah partikel debu yang berukuran <10 µ dan dapat masuk kerongga hidung hingga ke dalam paru-paru

Bahaya Debu Bagi Pernapasan

Paparan debu dapat ditemukan dimana saja dengan wujud yang tidak terlihat (kasat mata) sehingga sangat sulit untuk dihindari. Sejatinya, tubuh manusia memiliki pertahanan akibat menghirup debu, namun jika tepapar dengan intensitas waktu yang lama maka tubuh akan sulit beradaptasi dan mudah terserang penyakit.

Adapun penyakit yang dapat ditimbulkan diantaranya:

1. Alergi

Umumnya, debu berukuran besar yang terperangkap di hidung bisa langsung menimbulkan refleks batuk dan bersin. Reaksi ini sebenarnya merupakan sistem pertahanan tubuh untuk segera mengeluarkan debu dari saluran napas.

Namun, debu yang terperangkap di dalam hidung juga bisa memicu alergi rinitis (hay fever). Debu akan merangsang timbulnya reaksi berlebihan dari sistem imun terhadap zat asing. Akibatnya, muncul gangguan pernapasan seperti batuk, bersin, hidung tersumbat, dan hidung berair.

Selain itu, alergi rinitis bisa menimbulkan gejala seperti mata gatal, merah, dan berair. Gangguan pada pernapasan bisa terus berlangsung selama pasien alergi terpapar debu. Reaksi alergi bisa berhenti ketika pasien menghindari paparan debu atau mengonsumsi obat alergi.

2. Iritasi saluran napas

Jika Anda menghirup debu dalam jumlah besar dan secara terus-menerus, debu bisa mengiritasi saluran napas atas seperti hidung dan tenggorokan.

Selain menimbulkan batuk atau bersin, bahaya dari iritasi debu di saluran napas juga bisa memicu gejala sakit tenggorokan seperti tenggorokan gatal, perih, dan kering.

Paparan debu dalam jangka panjang nantinya bisa merusak jaringan di sekitar hidung dan tenggorokan. Kondisi ini bisa meningkatkan produksi dahak di saluran napas atas.

Penumpukkan dahak bisa menghalangi jalan udara sehingga menyebabkan sesak napas. Jika telah mengiritasi laring (kotak suara), Anda juga bisa mengalami suara serak.

3. Infeksi saluran pernapasan

Debu berukuran partikel atau yang lebih halus bisa membawa bakteri, virus, atau jamur yang menybabkan infeksi pernapasan

Beberapa jenis pernapasan infeksi tersebut bisa menyebabkan pilek atau flu yang menyerang saluran pernapasan atas.

Namun, partikel debu yang sangat halus juga bisa membawa bakteri, virus, atau jamur tertentu sampai ke saluran pernapasan yang lebih dalam seperti trakea, bronkus, dan paru-paru.

Debu yang lebih halus bahkan bisa melindungi mikroorganisme penyebab infeksi dari sistem penyaringan di saluran napas bawah.

infeksi akan merusak jaringan yang melindungi saluran napas, selanjutnya menyebabkan penumpukan lendir di paru-paru. Kondisi ini bisa mengakibatkan gejala sering sesak napas.

4. Pneumoconiosis

Melansir Canadian Centre for Occupational Health and Safety, aktivitas atau pekerjaan yang memungkinkan pekerjanya menghirup debu secara terus-menerus bisa menyebabkan bahaya seperti pneumoconiosis.

Pneumoconiosis ditandai dengan munculnya jaringan parut atau luka (fibrosis paru) yang mengelilingi jaringan paru-paru yang sehat.

Kerusakan jaringan di paru-paru tersebut disebabkan oleh paparan debu yang mengandung zat kimia berbahaya seperti asbes, berilium, dan kobalt.

Pneumoconiosis bisa menyebabkan penurunan fungsi paru-paru sehingga membuat pasien kesulitan bernapas dan berisiko tinggi mengalami gagal napas.

Beberapa jenis penyakit pneumoconiosis adalah:

  • Silicosis – Silicosis adalah pneumoconiosis yang disebabkan oleh debu kuarsa atau silca. Kondisi paru-paru ditandai dengan nodular fibrosis (parut pada jaringan paru-paru), mengakibatkan sesak napas. Silikosis adalah penyakit yang irreversible atau tidak bisa disembuhkan, bahkan tahapan lanjut bersifat progresive meskipun sudah tidak terpapar lagi.
  • Black Lung (Paru Hitam) – paru hitam adalah bentuk pneumokoniosis yang disebabkan oleh penumpukan debu batubara didalam paru-paru yang membuat jaringan paru-paru menjadi gelap atau hitam. Penyakit ini juga bersifat progresif. Meskipun nama penyakit ini banyak dikenal sebagai penyakit paru hitam, namun nama resminya adalah pneumokoniosis pekerja batubara (coal worker’s pneumoconiosis (CWP)).
  • Asbestosis – Asbestosis adalah suatu bentuk pneumokoniosis yang disebabkan oleh serat asbes. Dan penyakit ini juga bersifat irreversibel.

Langkah Pencegahan

Debu dapat dikontrol dan diminimalisir dengan adanya pemantauan rutin yang dilakukan. Pemantauan bertujuan untuk mengetahui sejauh mana debu tersebar di lingkungan baik industri, perkantoran maupun rumahan. Adapun langkah yang dapat dilakukan dalam mengurasi emisi debu :

Kontrol

Pencegahan terjadinya debu di area kerja juga dapat diterapkan. Meskipun dalam proses produksi yang massal, dimana bahan baku atau produk yang digunakan menghasilkan debu, maka tentu saja sistem pencegahan hampir tidak mungkin dilakukan. Namun jika proses tersebut dirancang secara baik untuk memenimalkan debu, misalnya dengan menggunakan sistem penanganan yang tidak menimbulkan debu, maka emisi debu dapat dikurangi.

Setelah semua usaha pencegahan dilakukan secara maksimal, dan jika masih terdapat debu dari proses tersebut, maka barulah dilakukan pengendalian atau pengontrolan terhadap debu tersebut. Beberapa teknik pengendalian yang dapat dilakukan adalah seperti dust collection systems, sistem wet dust suppression systems, and airborne dust capture through water sprays.

  • Dust Collection Systems – menggunakan prinsip ventilasi untuk menangkap debu dari sumbernya. Debu disedot dari udara dengan menggunakan pompa dan dialirkan kedalam dust collector, kemudian udara bersih dialirkan keluar.
  • Wet Dust Suppression Systems – menggunakan cairan menangkap debu agar tidak berterbangan di udara
  • Airborne Dust Capture Through Water Sprays – menyemprot debu-debu yang timbul pada saat proses dengan menggunakan air atau bahan kimia pengikat, semprotan harus membentuk partikel cairan yang kecil (droplet) sehingga bisa menyebar di udara dan mengikat debu yang berterbangan membentuk agglomerates sehingga turun kebawah.

Monitoring

Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan kebijakan dalam pengendalian dan monitoring udara lingkungan kerja yang disusun dalam Regulasi Permenaker No.5 Tahun 2018 Tentang Kehatan dan Keselamatan Lingkungan Kerja. Didalamnya memuat nilai ambang batas (NAB) untuk beberapa parameter termasuk partikel debu sesuai dengan jenis industri yang dijalankan. Monitoring lingkungan dapat dilakukan oleh laboratorium lingkungan yang telah mengantongi akreditasi oleh lembaga KAN (Komite Akreditasi Nasional) agar prosedur yang dijalankan sesuai dengan metode yang diarahkan. Salah satu laboratorium lingkungan terpercaya dan telah mengantongi sertifikasi dari Lembaga KAN adalah A3 Laboratories yang berada di wilayah Matraman, Jakarta Pusat. Selain pengukuran partikel debu, laboratorium lingkungan A3 Laboratories juga mampu melakukan analisa dan monitoring Udara, Air hingga Emisi.

referensi :

Helo sehat

HSP Academy

iklim kerja perusahaan

Monitoring Iklim Kerja Perusahaan

Iklim kerja perusahaan menilai unsur fisika yakni suhu dalam lingkungan yang sehat dan berpengaruh terhadap produktivitas kerja. Monitoring dan pengelolaan iklim kerja perlu dilakukan secara seksama dan berkelanjutan khususnya bagi industri atau perusahaan dengan potensi tekanan panas. Menurut Permenakertrans No. PER 13/MEN/X/2011 iklim kerja adalah hasil perpaduan antara suhu, kelembapan, kecepatan gerakan udara dan panas radiasi dengan tingkat pengeluaran panas dari tubuh tenaga kerja sebagai akibat pekerjaannnya.

Dr.Atiq Amanah RP, MKKK menjelaskan, pendekatan untuk mengukur iklim kerja dapat melalui berbagai indek, antara lain heat index, Thermal work limit dan WBGT (Wet Blube Globe Temperatur) dan indeks lainya. Dari berbagai pola pengukuran yang sering digunakan oleh industri, yang dijadikan rujukan oleh NIOSH ( National Institute for Occupational Safety and Health) Amerika dan menjadi pedoman dalam peraturan di Indonesia baik Kementerian Tenaga Kerja maupun Kemenkes Republik Indonesia, yakni pendekatan dengan WBGT (Wet Blube Globe Temperatur) atau Indeks Suhu Bola Basah.

Efek Heat Stress dari Iklim Kerja

Salah satu kondisi yang disebabkan oleh iklim kerja yang terlalu tinggi adalah apa yang dinamakan dengan heat stress (tekanan panas). Tekanan panas adalah keseluruhan beban panas yang diterima tubuh yang merupakan kombinasi dari kerja fisik, faktor lingkungan (suhu udara, tekanan uap air, pergerakan udara, perubahan panas radiasi) dan faktor pakaian. Efek tekanan panas akan berdampak pada terjadinya (Putra, 2011), diantaranya :

  1. Dehidrasi, yakni Penguapan yang berlebihan akan mengurangi volume darah dan pada tingkat awal aliran darah akan menurun dan otak akan kekuranga oksigen.
  2. Heat Rash, Yang paling umum adalah prickly heat yang terlihat sebagai papula merah, hal ini terjadi akibat sumbatan kelenjar keringat dan retensi keringat. Gejala bias berupa lecet terus-menerus dan panas disertai gatal yang menyengat.
  3. Heat Fatigue, Gangguan pada kemampuan motorik dalam kondisi panas. Gerakan tubuh menjadi lambat, kurang waspada terhadap tugas. Diketahui bahwa stroke panas dikaitkan dengan cedera beberapa jaringan dan organ sebagai akibat tidak hanya dari efek sitotoksik panas, tetapi juga dari respon inflamasi dan koagulasi.
  4. Heat Cramps, Kekejangan otot yang diikuti penurunan sodium klorida dalam darah sampai di bawah tingkat kritis. Dapat terjadi sendiri atau bersama dengan kelelahan panas, kekejangan timbul secara mendadak.
  5. Heat Exhaustion, Dikarenakan kekurangan cairan tubuh atau elektrolit. Gejala umum dari kelelahan panas termasuk sakit kepala, lemah, pusing, mual, muntah, diare, lekas marah, dan kehilangan koordinasi. Kulit mungkin tampak pucat atau pucat, dengan takikardia atau hipotensi
  6. Heat Sincope, Keadaan kolaps atau kehilangan kesadaran selama penajanan panas dan tanpa kenaikan suhu tubuh atau penghentian keringat
  7. Heat Stroke, Menurut Ramdan dalam Putra (2011) kerusakan serius yang berkaitan dengan kesalahan pada pusat pengatur suhu tubuh. Pada kondisi ini mekanisme pengatur suhu tidak berfungsi lagi disertai hambatan proses penguapan secara tiba-tiba

Pentingnya Monitoring Iklim Kerja Rutin Perusahaan

Iklim kerja menjadi hal yang wajib dilakukan pemantauan karena suhu di Indonesia yang cenderung panas ditambah dengan kegiatan industri yang juga menghasilkan panas. Hal ini juga telah diatur dalam beberapa regulasi berkenaan dengan kesehatan diataranya :

  1. PERMENKES No 70 Tahun 2016 Tentang Standar dan Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Industri
  2. PERMENAKER No 5 Tahun 2018 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Lingkungan Kerja

Selain itu, pemantauan iklim kerja perusahaan juga bertujuan untuk mengurangi resiko kesehatan pekerja dan resiko kecelakaan di tempat kerja. PT Advanced Analytics Asia Laboratories (A3 Laboratories) merupakan perusahaan penyedia jasa K3 (PJK3) bersertifikasi, selain itu laboratorium A3 Laboratories telah mengantongi sertifikasi dari lembaga KAN sebagai laboratorium lingkungan. Yuk monitoring iklim kerja di perusahaan Anda bersama A3 Laboratories sekarang.

audit surveillance

KAN ‘Hadiahkan’ 4 Parameter Akreditasi Lewat Audit Surveillance ISO 17025 pada A3 Laboratories

Audit Surveillance – PT Advanced Analytics Asia Laboratories atau biasa dikenal dengan A3 Laboratories merupakan perusahaan yang bergerak di bidang laboratorium lingkungan dan telah mengantongi sertifikasi lembaga Komite Akreditas Nasional (KAN) No. LP-1285-IDN. Selain itu, A3 Laboratories juga telah ditunjuk oleh Kemenaker sebagai Perusahaan Jasa K3. A3 Laboratories juga telah terakreditasi ISO 17025 sejak tahun 2017.

Baca Juga : PT Advanced Analytics Asia Resmi Terdaftar Sebagai PJK3

Pada bulan Juli lalu, A3 Laboratories melaksanakan Audit Surveilance untuk menjamin konsistensi penerapan sistem manajemen mutu. Pelaksanaan audit didampingin oleh 3 orang assesor dari lembaga Komite Akreditasi Nasional (KAN), yaitu :

  1. Ibu Murtiningsih selaku Ketua Asessor dari BBP2HP-KKP Jakarta yang mengases Mikrobiologi dan Manajemen Mutu
  2. Ibu Henggar Hardiani dari Balai Besar Pulp & Kertas mengases Air dan Air Limbah
  3. serta Bapak Bambang Hindratmo dari KLHK Udara Ambient, Emisi, Lingker dan PermenLHK No 23 tahun 2020

Apa Itu Audit Surveillance?

Seperti yang dikutip dari Direktorat Perencanaan dan Organisasi, Audit Surveillance adalah audit (pemantauan) yang wajib dilakukan oleh lembaga sertifikasi independen terhadap instansi yang telah bersertifikat ISO. Tujuan audit tersebut yaitu untuk menentukan apakah organisasi masih berhak menyandang sertifikat ISO atau tidak.

Pada kesempatan kali ini juga dilakukan wawancara oleh asesor KAN terhadap Manager Teknis dan beberapa Penyelia sebagai pelaksana pengujian di laboratorium. Hal-hal terkait teknis laboratorium diaudit oleh Asesor untuk memastikan pemenuhan terhadap persyaratan yang ada pada ISO 17025 : 2017 dan PermenLHK RI no 23 tahun 2020

ISO 17025 merupakan standar persyaratan umum untuk kompetensi sebuah laboratorium pengujian maupun laboratorium kalibrasi dengan menjamin sistem manajemen mutu baik secara administratif maupun secara teknis. PT Advanced Analytics Asia Laboratories telah terakreditasi ISO 17025 sejak tahun 2017.

Dalam pelaksanaan audit ini, Asesor mengidentifikasi kesesuaian dan ketidaksesuaian penerapan sistem mutu di laboratorium, serta menguraikan temuan ketidaksesuaian yang ada dan menetapkan kategori ketidaksesuaian. Kemudian tim internal A3 Laboratories melakukan analisis penyebab akar permasalahan yang dilanjutkan dengan mendiskusikan rencana tindak lanjut perbaikan atau pengendalian pekerjaan pengujian yang tidak sesuai. 

Hasil tindakan perbaikan yang dilakukan oleh tim Internal A3 Laboratories telah memenuhi keberterimaan ISO 17025 : 2017 dan PermenLHK RI no 23 tahun 2020 serta tidak ada parameter yang di drop namun A3 Laboratories mengembangkan 4 ruang lingkup parameter akreditasi, diantaranya :

  • MBAS (Methylen Blue Active Surfactant) pada Air Bersih, Air Permukaan dan Air Limbah
  • NO2 (Nitrogen dioxide) pada Air Bersih, Air Permukaan dan Air Limbah
  • COD (Chemical Oxygen Demand) pada Air Permukaan dan Air Limbah
  • Flourida pada Air Bersih, Air Permukaan dan Air Limbah

Diharapkan dengan dilakukan Audit Surveillance ini, PT Advanced Analytics Asia Laboratories dapat terus berkomitmen terhadap sistem manajemen mutu sehingga pelaksanaan pelayanan Laboratorium Lingkungan PT Advanced Analytics Asia Laboratories keseluruhannya menjadi lebih baik dengan mutu hasil uji yg lebih tepat, sehingga kevaliditasan hasil tidak diragukan lagi.

Emisi Debu Jatuh di Jakarta

Emisi Debu Jatuh di Jakarta Semakin Mengkhawatirkan, Salah Siapa?

Pada bulan diberlakukannya PSBB (Maret – April – Mei) di DKI Jakarta, terlihat penurunan jumlah hari dengan kualitas udara “Sedang”  di bulan April dan kemudian kembali naik di bulan Mei

https://statistik.jakarta.go.id/

Emisi Debu Jatuh – Data yang kami kutip dari Statistik Jakarta dalam Indeks Standar Kualitas Udara menyebutkan, pada periode Januari hingga Juni 2020 jumlah hari dengan kualitas udara “Tidak Sehat” sempat mengalami kenaikan meski ditengah PSBB yang berlangsung. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) adalah laporan kualitas udara kepada masyarakat untuk menerangkan seberapa bersih atau tercemarnya kualitas udara dan bagaimana dampaknya terhadap kesehatan setelah menghirup udara tersebut selama beberapa jam atau hari.

Emisi Debu Jatuh Sudah Diatur Dalam PP

Emisi Debu Jatuh sudah ditetapkan ambang batasnya dalam Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999 tentang pengendalian pencemaran udara yang selanjutnya diperbaharui menjadi Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Kedua regulasi ini menyebutkan Debu Jatuh (Dustfall) dan Partikel Tersuspensi (Total Suspended Particulate) merupakan dua parameter penting dalam menentukan kualitas udara Ambien.

Debu jatuh atau debu terendap adalah debu yang berdiameter lebih dari 10 mikron, cepat mengendap akibat pengaruh gravitasi dan terendap di sekitar sumber emisi. Kadar debu terendap ditentukan dengan menggunakan Dust fall collector. Debu jatuh terdiri dari material yang kompleks dengan komposisi yang konstan dan konsentrasi logam berat di dalamnya sangat bervariasi.

Dustfall adalah debu yang jatuh akibat dari pengaruh gravitasi maupun yang terikut air hujan yang diukur setelah pengambilan contoh air uji berupa air hujan menggunakan peralatan ”Deposite Gauge” yang dipaparkan di udara selama minimal 8 jam hingga 1 bulan.

Munculnya Masalah Emisi Debu di Jakarta

Permasalahan kualitas udara di Jakarta dewasa ini diakibatkan adanya beragam kegiatan manuasia seperti pertambangan, transportaasi, pembukaan lahan, pembangunan kawasan perumahan, konversi lahan, pengolahan tanah, generator mesin mesin pabrik dan lain sebagainya. Permasalahan ini timbul karena tidak adanya data mengenai besarnya bangkitan debu dan TSP yang berasal dari kegiatan tersebut.

Pemantauan dan analisa berkala Udara Ambien perlu rutin dilakukan mengingat hasil yang diperoleh bisa dijadikan acuan nasional oleh pihak berkepentingan dalam mengambil kebijakan pengendalian kualitas lingkungan. Salah satu pihak yang berkepentingan dalam hal ini adalah Kementrian Negara Lingkungan Hidup.

Pengujian dapat dilakukan oleh laboratorium lingkungan yang telah mengantongi sertifikasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan mendapat izin resmi dari Kementrian Negara Lingkungan Hidup (KLH), salah satunya Laboratorium Lingkungan milik PT Advanced Analytics Asia Laboratories yang telah terakreditasi KAN No LP-1285-IDN dan telah resmi menjadi Perusahaan Jasa K3 (PJK3). Dengan hasil pengujian yang keluar hanya 10 hari kerja setelah sampel diambil, membuat kewajiban perusahaan dalam pelaporan UKL/UPL/AMDAL menjadi lebih efisien.

Bakteri Legionella dan Bahaya Bagi Tubuh

Bakteri Legionella Pada Air Bersih dan 5 Ancamannya Bagi Tubuh!

Air merupakan sumber kekayaan alam yang sangat besar di muka bumi. Peranannya sangat membantu manusia dalam kehidupan sehari hari mulai dari mencuci, mandi, hingga konsumsi. Namun disisi lain, air merupakan wadah yang baik dalam hal membawa microorganisme lain seperti kuman dan bakteri salah satunya Legionella

Apa Itu Bakteri Legionella?

Bakteri Legionella merupakan bakteri yang cukup baik berkembang didalam air. Bakteri ini semakin aktif di dalam air terutama dalam kondisi suhu yang hangat atau panas, seperti misalnya dalam pendingin ruangan, saluran air, tangki, bak mandi. Bakteri Legionella berkembang sangat cepat dalam air dan bahkan sering tidak disadari bersarang dalam pemukiman hingga fasilitas-fasilitas bisnis/industri semisal hotel, pemandian air panas, air mancur, sistem pendingin udara, dan parahnya lagi mengancam perangkat-perangkat medis di rumah sakit atau klinik seperti alat bantu pernapasan. Kawasan industri atau perhotelan yang memiliki fasilitas tersebut riskan terdapat bakteri Legionella pada air.

Bakteri ini akan tumbuh subur dalam kondisi suhu 35 sampai 45 derajat celcius. Hal yang lebih mengkhawatirkan, bakteri ini tetap hidup pada suhu dingin dan tinggal menunggu waktu sampai suhu menghangat dan berkembang biak.

Bakteri Legionella dapat menyebabkan penyakit Legionellosis yang menyerang saluran pernafasan pada makhluk hidup, khususnya manusia. Banyak kasus kematian tercatat akibat bakteri ini. Berikut merupakan ancaman dari bakteri Legionella :

  1. Batuk terus menerus yang terasa nyeri di bagian dada sewaktu menarik napas dalam-dalam.
  2. Nampak seperti orang bingung, khususnya penderita yang sudah berusia lanjut.
  3. Nafsu makan menurun drastis, diserta rasa cepat lelah dan tidak bertenaga.
  4. Persendian terasa kaku dan otot-otot terasa nyeri.
  5. Kulit terasa lembab dan sering berkeringat.

Risiko dan ancaman yang kuat dalam kawasan bisnis/industri mewajibkan pelaku dan pengelolanya mewaspadainya. Sejumlah solusi pencegahan dapat diterapkan mulai dari pemakaian produk anti Legionella, pengambilan sampel air, penguatan sistem higiene/sanitasi, dan menerapkan kawasan bebas asap rokok.

Analisa dan monitoring perlu rutin dilakukan setidaknya 6 bulan sekali guna memantau angka perkembangan bakteri tersebut agar tidak melebihi ambang batas sehingga tetap aman khususnya bagi manusia. Prosedur dilakukan dengan cara mengambil sample air dan melakukan uji pada laboratorium lingkungan terpilih. PT Advanced Analytics Asia Laboratories telah mengantongi sertifikat dari lembaga KAN No LP-1285-IDN sebagai laboratorium lingkungan. Hasil pengujian biasanya dilaporkan pada dinas terkait agar industri/perusahaan tetap mendapatkan izin beroperasi.

Sumber : rmc-indonesia.com & aristonsolarwaterheater-pai.com

PJK3

PT Advanced Analytics Asia Resmi Terdaftar Sebagai PJK3

PJK3 – PT Advanced Analytics Asia Laboratories

Perusahaan Jasa Kesehatan dan Keselamatan Kerja atau yang lebih sering dikenal sebagai PJK3 merupakan sebuat badan usaha berbentuk Perseroan Terbatas yang menangani mulai dari tahap konsultasi, pabrikasi, pemeliharaan, reparasi, penelitian, pemeriksaan, pengujian, Audit K3 dan Pembinaan K3.

Sedangkan menurut Peraturan Menteri Keternagakerjaan RI NO. PER-04/MEN/1995, juga sering diartikan sebagai perusahaan yang usahanya di bidang jasa K3 untuk membantupelaksanaan pemenuhan syarat-syarat K3 sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Dalam penerapannya, perusahaan tersebut pasti memiliki Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang selanjutnya disebut Ahli K3 adalah tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi langsung ditaatinya Undang-Undang Keselamatan Kerja.

Untuk menjadi Perusahaan Jasa Kesehatan dan Keselamatan Kerja sebagaimana dimaksud dalam pasal I huruf b harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
a. Berbadan hukum;
b. Memiliki iiin usaha perusahaan (SIUP);
c. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
d. Memiliki bukti waf ib lapor ketenagakerjaan:
e. Memiliki peralatan yang memadai sesuai usaha jasanya;
f. Memiliki Ahli K3 yang sesuai dengan usaha jasanya yang bekerja penuh pada perusahaan yang bersangkutan;
g. Merniliki tenaga teknis sesuai usaha jasanya sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 hunrf b

Saat ini, PT Advanced Analytics Asia Laboratories telah memenuhi persyaratan sebagai PJK3 berdasarkan Keputusan Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5/489/AS.02.03/IV/2020 tentang Penunjukan Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja bidang Lingkungan Kerja dan Bahan Berbahaya.

bahaya amonia bagi tubuh

Bahaya Amonia (NH3) Bagi Tubuh

Amonia adalah senyawa kimia dengan rumus NH₃. Biasanya senyawa ini didapati berupa gas dengan bau tajam yang khas. Walaupun senyawa ini memiliki sumbangan penting bagi keberadaan nutrisi di bumi, amonia sendiri adalah senyawa kaustik dan dapat merusak kesehatan. Karakteristik dari senyawa ini adalah tidak berwarna, bening namun mengeluarkan bau yang cukup menyengat.

Zat NH3 biasanya digunakan sebagai obat obatan, bahan campuran pupuk urea (CO(NH2)2) dan ZA (Zwvelamonia) ((NH4) 2SO4), bahan pembuatan amonium klorida(NH4Cl)pada baterai, asam nitrat (HNO3), zat pendingin, membuat hidrazin (N2H4)sebagai bahan bakar roket, bahan dasar pembuatan bahan peledak, kertas pelastik, dan detergen dan jika dilarutkan kedalam air maka zat tersebut akan dapat menjadi pembersih alat perkakas rumah tangga.

Risiko terkena penyakit akibat senyawa NH3 biasanya akibat paparan berlebih pada tubuh baik dalam waktu singkat atau dalam jangka waktu yang lama. NH3 dapat langsung memberikan efek jika terpapar pada kulit luar, bagian mata hingga pernapasan pada manusia.

Bahaya Pada Saluran Pernapasan (Terhirup)

Menghirup NH3 dalam konsentrasi rendah dapat mengiritasi jalur napas sehingga menyebabkan batuk batuk. Namun dalam konsentrasi tinggi, gas NH3 berisiko menyebabkan luka bakar langsung pada saluran hidupng, tenggorokan, dan saluran pernapasan. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan saluran napas berupa edema bronkiolar dan alveolar, yang mengakibatkan sesak napas parah hingga dapat terjadinya gagal pernapasan.

Bahaya Pada Kontak Kulit dan Mata (Sentuhan)

Paparan NH3 dalam konsentrasi rendah dalam bentuk gas atau cair langsung pada mata dan kulit dapat menyebabkan iritasi (mata merah atau ruam pada kulit). Dalam konsentrasi tinggi, paparan NH3 cair pada kulit dapat menyebabkan cedera permanen dan luka bakar serius. Kontak dengan amonia cair juga dapat menyebabkan radang dingin (frostbite) pada kulit.

Bahaya Pada Sistem Pencernaan (Tertelan)

Mual, muntah dan sakit perut adalah gejala umum setelah menenlan amonia baik secara sengaja atau tidak. Pada kasus yang jarang, sengaja menelan konsentrat amonia 5-10% menyebabkan luka bakar parah pada rongga mulut, tenggorokan, kerongkongan dan lambung.

Bahaya Jika Keracunan

Mual, muntah dan sakit perut adalah gejala umum setelah menenlan amonia baik secara sengaja atau tidak. Menelan amonia dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan keracunan sistemik dengan gejala khas berupa kejang-kejang dan bahkan bisa koma.

Perusahaan yang bergerak pada produksi bahan peledak, kertas pelastik, dan detergen atau produksi lain yang menggunakan bahan dasar amonia wajib melakukan pengujian dan monitoring untuk mengetahui kadar amonia pada perusahaan tersebut berada pada ambang batas normal atau tidak setidaknya 6 bulan sekali.

Selain itu, laporan hasil pengujian harus disampaikan kepada pihak berwajib seperti Dinas Kesehatan Lingkungam Hidup (DLHK) guna meninjau apakah perusahaan tersebut mash dapat beroperasi atau tidak.

Pengujian dan monitoring Amonia dapat dilakukan oleh laboratorium lingkungan yang telah mengantongi sertifikasi dari lembaga KAN seperti pada PT Advanced Analytics Asia Laboratories yang telah megantongisertifikasi KAN No. LP-1285-IDN sebagai laboratorium lingkungan.

sumber : Wikipedia & Hallo Sehat

pengolahan air limbah

Pentingnya Rutin Melakukan Pengolahan Air Limbah 6 Bulan Sekali

Pengolahan Air Limbah merupakan suatu proses yang wajib dijalankan untuk mengurangi dan membersihkan limbah hasil buangan (effluent) hasil kegiatan industri, domestik atau rumah tangga dari air sehingga memungkinkan air tersebut untuk digunakan pada aktivitas yang lain . Air limbah sendiri dibedakan menjadi 2 jenis yakni Air Limbah Domestik dan Air Limbah Industri

Pengolahan Air Limbah Domestik

Air Limbah domestik adalah limbah berbetuk cair yang berasal dari kegiatan rumah tangga, perkantoran, homestay, dll. Sumber limbah air domestik bersifat organik yaitu dari sisa-sia makanan dan deterjen yang mengandung fosfor.

Sehingga air limbah domestik dapat meningkatkan kadar BOD (Biochemical Oxygen Demand) dan pH air. Keadaan tersebut menyebabkan terjadinya pencemaran yang banyak menimbulkan kerugian bagi manusia dan lingkungan.

Untuk melakukan uji kualitas air limbah domestik, setidaknya perlu menggunakan 8 parameter pengujian yang telah diatur berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.68/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016 Tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik, diantaranya :

  • pH
  • BOD
  • COD
  • TSS
  • Minyak dan Lemak
  • Amoniak
  • Total Coliform
  • Debit

Pengolahan Air Limbah Industri

Air Limbah Industri adalah air sisa produksi dari suatu proses kimia di industri. Untuk melakukan uji kualitas air limbah industri, setidaknya perlu menggunakan 32 parameter pengujian yang telah diatur berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014, diantaranya :

  • Temperature
  • Zat Padat Terlarut (TDS)
  • Zat Pada Tersuspensi (TSS)
  • pH
  • Besi Terlarut (Fe)
  • Mangan Terlarut (Mn)
  • Barium (Ba)
  • Tembaga (Cu)
  • Seng (Zn)
  • Krom Heksavalen (Cr6+)
  • Krom Total (Cr)
  • Cadmium (Cd)
  • Air Raksa (Hg)
  • Timbal (Pb)
  • Stanum (Sn)
  • Arsen (As)
  • Selenium (Se)
  • Nikel (Ni)
  • Kobalt (Co)
  • Sianida (CN)
  • Sulfida (H2S)
  • Flourida (F)
  • Klorin Bebas (Cl2)
  • Amonia-Nitrogen (NH3-N)
  • Nitrat
  • Nitrit
  • Total Nitrogen
  • Minyak & Lemak
  • Total Bakteri Koliform
  • BOD5
  • COD
  • Fenol
  • Senyawa aktif biru metilen

Sedangkan untuk pengolahan limbah cair industri itu sendiri dapat dilakukan menjadi 3 tahap, yaitu :

1. Pengolahan Air Limbah Secara Fisika

Pengolahan secara fisika dilakukan pada limbah cair dengan kandungan bahan limbah yang dapat dipisahkan secara mekanis langsung tanpa penambahan bahan kimia atau tanpa melalui penghancuran secara biologis

2. Pengolahan Air Limbah Secara Kimia

Pengolahan secara kimia merupakan proses pengolahan limbah dimana penguraian atau pemisahan bahan yang tidak diinginkan berlangsung dengan adanya mekanisme reaksi kimia (penambahan bahan kimia ke dalam proses)

3. Pengolahan Air Limbah Secara Biologis

Pengolahan secara biologi merupakan sistem pengolahan yang didasarkan pada aktivitas mikroorganisme dalam kondisi aerobik atau anaerobik ataupun penggunaan organisme air untuk mengabsorbsi senyawa kimia dalam limbah cair.

Dengan demikian, perlu rutin dilakukannya pengujian kualitas air limbah guna menjaga kandungan limbah baik kimia maupun biologisnya tetap pada ambang baku mutu yang telah ditentukan.

Laboratorium lingkungan seperti PT Advanced Analytics Asia Laboratories (A3 Laboratories) telah mengantongi sertifikasi dari Lembaga Komite Nasional sebagai Laboratorium Lingkungan yang bisa membantu pelaku usaha utuk menguji kadar air limbah yang dihsilkan

Selain itu, A3 Laboratories selalu mengimplementasikan Sistem Manajemen Mutu ISO/IEC 17025 ; 2017 sebagai jaminan mutu / validitas pengujian kami sehingga kegiatan sampling dapat berjalan dengan baik dengan hanya menunggu 10 hari kerja untuk dokumen hasil pengujian.

sumber : SAKA

lingkungan hidup

Hargai Lingkungan Dengan Menerapkan 10 Langkah Mudah Ini

Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan seperti yang dikutip dari wikipedia.

Lingkungan merupakan tempat dimana banyak makhluk hidup tinggal dan berinteraksi. Sebagai salah satu penghuni, manusia sebaiknya melakukan hal yang bisa menjaga kelestarian lingkungan. Lingkungan yang lestari memberikan beribu manfaat untuk makhluk hidup.

Seperti yang dikemukakan oleh Dinas Lingkungan Hidup, kota Jakartabiasa menghasilkan 7.600 ton sampah dalam sehari pada tahun 2020 ini. Walau pada akhirnya pengelolaan sampah menjadi tanggung jawab pemerintah, kita sebaiknya mulai menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Berikut langkah yang bisa kamu lakukan untuk bantu menjaga kelestarian lingkungan

Mengurangi Penggunaan Listrik

Dalam mengurangi penggunaan listrik kamu bisa membuka jendela rumah sehingga cahaya matahari dapat masuk. Selain bisa menerangi ruangan, cahaya matahari yang masuk mengandung vitamin D yang bagus untuk tulang.

Jika kamu mengurangi penggunaan listrik, maka kamu ikut mengurangi limbah elekronik dan kamu sudah memiliki andil dalam menjaga lingkungan.

Mengurangi Penggunaan Air Conditioner

Pendingin Ruangan / Air Conditioner juga bisa menghasilkan limbah rumah tangga yang mencemari lingkungan, yaitu zat freon atau CFC yang dapat mengakibatkan penipisan lapisan ozon.

Kamu dapat memanfaatkan bukaan seperti jendela dan ventilasi silang didalam rumah atau kantor, sehingga sirkulasi udara tetap terjaga.

Meninggalkan Kebiasaan Menggunakan Plastik

Plastik menjadi masalah serius di lingkungan sekitar bahkan bumi. Plastik membutuhkan waktu hingga ratusan tahun untuk terurai. Selain mengotori tanah, sampah plastik sangat berbahaya untuk makhluk hidup di air. Contohnya sudah banyak hewan laut yang terjebak sampah plastik.

Untuk mengurangi penggunaan plastik, kamu bisa menggunakan tas berbahan blacu, menggunakan tempat makan yang dibawa dari rumah dan memilih untuk menggunakan peralatan dari stainles

Hargai Lingkungan dengan Menghabiskan Makanan

Tahukah kamu? makanan menjadi penyumbang sampah terbesar di Jakarta. Sampah makanan mencapai kurang lebih 2,7 juta ton per tahun atau 54% dari total sampah ibukota.

Oleh Karena itu, sebagiknya kita menghabiskan makanan agar tidak menjadi sampah. Kamu juga bisa memberikan sisa makanan yang masih layak makan ke orang yang lebih membutuhkan

Mengolah Sampah Organik Menjadi Kompos

Aktivitas rumah tangga juga memproduksi limbah organik seperti sisa sisa makanan, kulit buah dan bagian sayur yang tidak dimakan. Kamu bisa mengolah sampah organik ini menjadi pupuk kompos yang bisa digunakan untuk berkebun di halaman rumah

Daur Ulang Barang Yang Tidak Terpakai

Beberapa barang yang berpotensi menjadi limbah rumah tangga ternyata bisa dimanfaatkan kembali menjadi barang baru. Misalnya saja papan kayu bekas yang bisa dimanfaatkan untuk bangku atau meja kecil di halaman rumah

Mengurangi Penggunaan Deterjen

Salah satu limbah rumah yang menjadi penyebab utama rusaknya ekosistem sungai dan laut adalah limbah cair. Berbeda dari limbah cair lainnya yang bisa diolah dengan aman di dalam septic tank, limbah deterjen mengandung Volatile Organic Compound (VOC) yang justru bisa merusak saluran pembuangannya.

Kamu bisa menggunakan cuka dan baking soda untuk menghilangkan noda di baju, sehingga penggunaan deterjen bisa berkurang

Gotong Royong Membersihkan Selokan

Selokan menjadi tempat membuang sampah oleh masyarakat. Terlebih jika tidak ada tempat sampah terdekat. Langkah yang bisa kamu lakukan adalah mengajak tetangga atau masyarakat yang bertempat tinggal di dekat selokan untuk gotong royong membersihkan sampah

Menangkap Iklan Dengan Cara Tradisional

Ikan menjadi sumber protein untuk tubuh manusia, sehingga ikan kerap ditangkap untuk dikonsumsi. Dalam menangkap ikan sebaiknya menggunakan cara tradisional seperti memancing, menggunakan jala ikan dan menombak ikan. Sehingga lingkungan sekitar tempat tinggal ikan tetap terjaga.

Memonitoring Produksi Asap Kimia

Asap kimia yang dimaksud yakni asap rokok asap pabrik dan lain lain yang mengakibatkan banyaknya karbon dioksida atau penumpukan PM 10 di udara. Oleh karena itu kurangi merokok sebisa mungkin dan rutin berlahraga.

Untuk pabrik yang memproduksi asap sebaiknya melakukan monitoring kualitas udara setidaknya 6 bulan sekali untuk mengukur kadar polutan. Pengujian dan Monitoring bisa dilakukan oleh laboratorium lingkungan independen yang memiliki sertifikasi oleh lembaga KAN seperti PT Advanced Analytics Asia Laboratories.

polusi udara dalam ruangan

Polusi Udara Dalam Ruangan Lebih Berbahaya Daripada Polusi Udar Luar. Benarkah?

Polusi udara dalam ruangan menjadi hal yang tidak banyak dipikiran oleh orang. Banyak orang mengira polusi udara hanya berasal dari luar ruangan. Padahal, kenyataan tidak berkata demikian. Paparan polutan tak melulu berasal dari luar, tapi juga dalam ruangan.

Ahli kesehatan paru sekaligus Ketua Departemen Pulmunologi dan Respirasi FKUI, Agus Dwi Susanto membenarkan bahwa sumber polusi udara juga datang dari dalam ruangan. Ruangan seperti ruang kerja kantor atau kamar tidur sekalipun, lanjutnya, dapat menyimpan polutan.

Menurutnya ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya polutan di udara dalam ruangan, salah satunya adalah kegiatan domestik, yang berhubungan dengan aktivitas rumah tangga seperti memasak dengan minyak, penggunaan kompor gas, atau kegiatan lain yang berhubungan dengan pembakaran dan pemanasan.

Selain itu, ada pula perkakas elektronik yang cukup banyak ditemukan di dalam kantor seperti printer. Meski udara kantor telah terisolasi dari udara luar karena penggunaan AC, namun bukan berarti emisi berupa partikel halus dari perkakas elektronik musnah di dalamnya.

Terakhir adalah polutan yang bersifat organik seperti bakteri dan virus. Kelembapan dari furnitur membuat bakteri dan virus bertahan lama dalam ruangan.

Praktisi kesehatan dokter Felicia Tobing mengatakan polusi udara dalam ruangan bermacam macam seperti debu, tungau yang hidup dalam debu, zat-zat kimia dari pembersih lantai, pewangi ruangan, pewangi baju, obat pembasmi nyamuk, hingga yang paling parah, yakni asap rokok. Terlebih jika anggota keluarga ada yang mengalami batuk, flu atau demam.

Penghuni rumah atau gedung menghabiskan banyak waktu dalam ruangan memiliki resiko terpapar polutan. Polusi udara dalam ruangan memiliki efek 2-5 kali lebih buruk dari polusi luar ruangan.

Bahaya Polusi Udara Dalam Ruangan

Keberadaan polutan itu jelas mengganggu kesehatan. Bagi bayi, anak-anak, dan kaum lanjut usia, polutan tersebut bisa menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah jatuh sakit. Bahkan pada ibu hamil, polutan bisa mengganggu tumbuh kembang janin dalam kandungan.

Lalu, bagi mereka yang memiliki alergi, polutan tersebut bisa memicu timbulnya reaksi alergi, seperti kambuhnya asma, bersin-bersin, hidung berlendir, mata memerah, hingga sesak napas.

Pada manusia yang sehat sekalipun, lama kelamaan akan menimbulkan penurunan imunitas tubuh shingga mudah terpapar penyakit. Ada baiknya keluarga tetap menjaga kualitas udara dalam ruangan untuk menghindari datangnya penyakit.

Langkah meminimalisir polusi udara dalam ruangan

Untuk meminimalisir polutan di dalam rumah, pastikan rumah memiliki ventilasi udara yang bersih dan berpenyaring. Perlu diingat, udara luar ruangan menjadi salah satu sumber munculnya polutan dalam ruang. Selain itu, kamu juga bisa lakukan beberapa hal berikut ini:

  1. Menjaga rumah agar tidak terlalu lembap sehingga tidak menjadi tempat bakteri dan jamur berkembang dengan menjemur pakaian, membersihkan AC, menggunakan kipas, dll
  2. Memastikan lantai untuk tetap bersih dengan menyapu dan mengepel rumah minimal 2 hari sekali. Begitu juga dengan sofa, kasur dan perabot lainnya. Bersihkan peralatan perabot menggunakan lap basah, dan barang elektronik menggunakan lap kering.
  3. Jaga kebersihan AC. Jarang membersihkan AC dan tidak menjaga kebersihan AC bisa menimbulkan polutan.
  4. Tidak merokok dalam ruangan. Asap rokok yang tidak terbuang ke udara bebas mengakibatkan sesak nafas
  5. Menanam tanaman dalam ruangan seperti palem kuning. tanaman pakis yang memiliki peringkat tertinggi dalam kemampuannya untuk menghilangkan formaldehida dari udara. Selain mempercantik ruangan, tanaman juga berfungsi untuk membersihkan udara.

Selain melakukan beberapa hal diatas, pemilik usaha juga perlu melakukan uji kualitas udara sesuai parameter yang ada. Laboratorium Lingkungan bersertifikasi dapat melakukan uji kualitas udara dengan metode sampling. Dalam melakukan metode sampling ini juga tidak boeh sembarangan. Hanya teknisi berpengalaman dan bersertifikasi saja yang bisa melakukan.

Setidaknya ada 8 parameter pengukuran untuk udara dalam ruangan. Yakni SO2 (Sulfur Dioksida), NO2 (Nitrogen Dioksida), C O (Karbon Monoksida), TSP, Pb (Timah Hitam), O3 (Oksidan), NH3 dan H2S. Masing masing parameter memiliki baku mutu tersendiri.