Cara Pengelolaan Limbah Industri Tekstil

Langkah-Langkah Pengelolaan Limbah Industri Tekstil

Industri tekstil adalah industri yang cukup berkembang pesat di Indonesia. Jenis industri ini hampir tersebar di seluruh Indonesia. Dibalik pertumbuhan yang signifikan, industri tekstil sering memberikan jejak pencemaran dari limbah produksi industri tekstil yang berdampak pada lingkungan. Bagaimana pengelolaan limbah industri tekstil yang tepat? Mari kita ulas!

Industri tekstil mungkin menjadi salah satu industri tertua yang ada di dunia. Kita sudah mengenai industri tekstil sejak abad ke 2 Sebelum Masehi. Jalur ini merupakan jalur utama yang digunakan oleh para pedagang dari Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Disebut Jalur Sutra karena banyak pedagang tekstil yang menggunakan jalur ini untuk berdagang Kain Sutera.

Dapat dikatakan, Industri tekstil menjadi salah satu industri yang membantu perkembangan pembangunan dan perdagangan dunia. Namun, saat ini industri tekstil masih memberikan jejak limbah yang perlu ditangani lebih baik, untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan yang lebih parah. 

Pengertian Limbah Industri Tekstil

Limbah Industri tekstil merupakan limbah yang dihasilkan dalam proses produksi bahan-bahan tekstil. Terutama dari proses pengkanjian, penghilangan kanji, pengelantangan, pemasakan, merserisasi, pewarnaan, pencetakan, dan proses penyempurnaan bahan. 

Proses penyempurnaan kapas pada industri tekstil, menghasilkan limbah yang lebih banyak dan lebih kuat dibandingkan dengan proses penyempurnaan bahan sintetis.

Baca Juga: Mengenal Karakteristik Limbah Cair, Nomor 3 Paling Sering Ditemui!

Sumber Limbah

Pada Industri tekstil, sumber limbah dihasilkan dari proses pewarnaan. Hasil pewarnaan tersebut, biasanya dibuang begitu saja ke aliran air tanpa dikelola dengan baik terlebih dahulu. Menurut Parlemen Eropa, Industri tekstil bertanggung jawab atas 20% polusi air bersih dunia dari proses pewarnaan dan finishing.

Pencucian produk dengan cara sintetis diperkirakan menyumbang 0,5 juta ton serat mikro ke laut setiap tahun dan pencucian pakaian sintetis menyumbang 35% microplastic primer yang dilepaskan ke lingkungan. Satu pakaian dengan bahan polyester dapat melepaskan 700 ribu microplastic yang dapat berakhir di rantai makanan.

Jika limbah tekstil dibuang begitu saja, tentu akan berpotensi menyebabkan pencemaran air dengan kandungan amoniak yang cukup tinggi. Selain itu, masih ada sumber limbah lain dari aktivitas industri tekstil:

  • Larutan penghilang kanji: Zat ini umumnya langsung dibuang dan mengandung zat kimia penghilang kanji pati, PVA (Polyvinyl Alcohol), CMC (Carboxymethyl Cellulose), enzim, dan asam. Menghilangkan kanji, umumnya memberikan BOD (Biochemical oxygen demand) lebih banyak dibanding proses lainnya.
  • Pemasakan dan Maserisasi menjadi bagian pemucatan semua kain akan menjadi limbah cair yang menghasilkan basa, asam, COD (Chemical oxygen demand), BOD, padatan tersuspensi, dan zat kimia lainnya.
  • Pewarnaan dan pembilasan menghasilkan limbah cair yang berwarna dengan COD tinggi dan bahan lain dari zat warna seperti fenol dan logam.

Jenis Limbah Industri Tekstil

Limbah Kain Perca

Contoh Limbah padat Industri Tekstil Source: Afrik21.africa

Cair:

  1. Zat Warna
  2. Pigmen
  3. Pelarut organik
  4. Hidrokarbon terhalogenasi 
  5. Logam berat
  6. Amoniak
  7. Sulfida
  8. Ph air yang tinggi

Padat :

  1. Kain Perca
  2. Sisa benang
  3. Sisa Resleting
  4. Bahan tambahan

Baku Mutu Limbah Cair Industri

PARAMETER

SATUAN KADAR MAKSIMUM
Biochemical oxygen demand (BOD)

mg/L

60
Chemical oxygen demand (COD)

mg/L

150
Total suspended solid (TSS)

mg/L

50
pH 6,0-9,0
Fenol Total

mg/L

0,5
Krom Total

mg/L

1,0
Amonia Total

mg/L

8,0
Sulfida

mg/L

0,3
Minyak dan Lemak

mg/L

3,0

Sumber : KepMen LH No 51/MENLH/10/1995

Pengolahan Limbah Tekstil

Pembuangan limbah tekstil yang dilakukan di atas batas atas baku mutu ke lingkungan tentu akan berdampak pada pencemaran lingkungan tersebut. 

Pengolahan Dengan Cara Kimia

Pengolahan limbah tekstil didasarkan pada penggunaan bahan kimia dalam proses pengolahan limbah. Bahan kimia digunakan sebagai pengikat koagulan serta floakulan yang berfungsi menjadi pengikat TSS (Total suspended solid) untuk membentuk lumpur/sludge dengan karakteristik menggumpal dan mengendap. Cara tersebut dilakukan untuk menghilangkan partikel logam-logam berat, dan zat organik beracun.

Khusus pada limbah cair dari industri tekstil yang memiliki kadar air >9 maka Ph perlu dinetralisir terlebih dahulu agar nilai Ph air mencapai angka <9. Umumnya jenis bahan kimia yang digunakan adalah Alumunium Sulphate dan Poly Alumunium Cloride.

Lumpur yang terbentuk dari proses kimia akan mengendap di dasar sedimentasi atau clarifier. Lumpur yang terbentuk akan dibuang dengan cara sistematis. Sedangkan air yang sudah jernih akan di buang ke sungai.

Baca Juga: Limbah Industri dan Cara Pengelolaan Limbah Industri

Pengolahan Cara Fisika

Proses fisika adalah pengolahan limbah dengan proses penyaringan dan adsorpsi. Penyaringan dilakukan untuk memisahkan antara bahan padat dan cair melalui alat penyaring. Sedangkan adsorpsi dilakukan dengan penambahan adsorben seperti zeolit, karbon aktif, dan serbuk gergaji. Proses adsorpsi dipengaruhi oleh ukuran Ph, partikel, dan lama waktu kontak antara adsorben dan zat limbah pencemar.

Pengolahan Limbah dengan Biologi

Pengelolaan limbah industri tekstil dengan Teknik biologi dilakukan dengan menggunakan bakteri atau jamur. Cara ini dilakukan untuk menghilangkan zat warna dari limbah cair yang dihasilkan. 

Manfaat Pengelolaan Limbah Tekstil dengan Tepat

Bagi industri tekstil pengelolaan limbah yang tepat dapat mendapatkan mengurangi pengeluaran, meningkatkan profitabilitas, dan membangun reputasi bisnis, seperti:

  • Mengurangi biaya pembelian bahan pengelola limbah.
  • Meminimalisir biaya pengolahan dan pembuangan limbah.
  • Meningkatkan kualitas air limbah
  • Meningkatkan citra publik bahwa perusahaan bertanggung jawab terhadap lingkungan dan menyediakan tempat kerja yang aman.

Lakukan Uji dan Monitoring Limbah Secara Rutin

Jika bisnis telah mengelola limbah dengan tepat sesuai dengan regulasi yang ada, tentu perlu melakukan Uji dan Monitoring secara rutin. Uji dan monitoring ini bisa dilakukan dengan menggandeng pihak eksternal untuk membantu pengawasan dan pengendalian limbah yang dihasilkan oleh industri tekstil terhadap lingkungan. Sehingga dapat mengurangi dampak limbah terhadap lingkungan secara komprehensif. 

Dapatkan layanan uji dan monitoring Limbah dengan PT Advanced Analytics Asia (A3) Laboratories. Hubungi tim Sales kami untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai monitoring dan Analisa limbah tekstil perusahaan Anda. 

Tinggalkan Balasan