Penyebab Pencemaran tanah akibat aktivitas industri

Bagaimana Industri Menjadi Penyebab Pencemaran Tanah?

Pencemaran tanah menjadi bagian yang tidak terlepaskan dari pencemaran lingkungan. Kerusakan tanah terjadi akibat dari kegiatan industri yang tidak memperhatikan lingkungan hingga menyebabkan lingkungan sekitar menjadi rusak. Salah satunya masalah pembuangan limbah yang tidak dilakukan secara tepat, sehingga membuat tanah menjadi tercemar. Ada banyak penyebab pencemaran tanah yang dilakukan industri hingga menyebabkan terkontaminasi pada tanah.

Meskipun industri bukan menjadi satu-satunya penyumbang kerusakan akibat aktivitas manusia, tetapi industri menjadi salah satu yang terbesar dari penyebab pencemaran lingkungan, termasuk tanah. 

Selama ini, memang kita lebih sering mendengar bahwa aktivitas industri hanya mencemari udara atau air saja. Membuat udara menjadi lebih panas, perubahan iklim, dan pemanasan global. Termasuk tercemarnya sumber air yang membuat rusaknya keragaman hayati dalam air.  Tetapi, kegiatan industri yang dilakukan secara tidak bertanggung jawab juga membuat tanah ataupun lahan di sekitar industri menjadi rusak. 

Penyebab

Area industri dan manufaktur secara historis telah menjadi penyebab utama pencemaran tanah. Area industri memiliki tingkat elemen jejak kontaminasi yang lebih tinggi. Hal ini dikarenakan pelepasan yang disengaja maupun tidak disengaja dari proses industri ke lingkungan, termasuk ke tanah.

Ada banyak penyebab industri menjadi penyebab pencemaran tanah, seperti pembuangan limbah yang tidak tepat (baik limbah berbahaya maupun tidak berbahaya), penambangan, dan pembuangan sampah secara ilegal. 

Bahan limbah yang biasa menjadi penyebab pencemaran tanah diklasifikasikan sebagai limbah padat, limbah konstruksi dan pembongkaran, dan limbah berbahaya. Industri seperti konstruksi sering membuang limbah puing dan logam atau sisa pembongkaran konstruksi dibuang begitu saja ke tanah. 

Selain itu, ada banyak industri besar maupun kecil yang membuang zat berbahaya ke tanah tanpa merasa bertanggung jawab. Seperti perusahaan manufaktur kimia, kilang minyak, pabrik kertas, peleburan, bengkel mesin, pembersih, bengkel kendaraan, dan berbagai fasilitas di perkotaan menjadi penyebab pencemaran tanah.

Sampah dan Limbah

Sampah

bagaimana penyebab pencemaran tanah terjadi?

Source: Eartheclipse.com

Sampah dan limbah menjadi dua bahan yang menjadi penyebab pencemaran tanah. Sampah bukan hanya berasal dari industri, melainkan juga berasal dari sampah masyarakat yang dibuang secara sembarangan. 

Sampah tersebut terdiri dari puntung rokok dan sampah rumah tangga yang dibuang begitu saja di jalan. Kita sering melihat banyak orang yang membuang sampah secara sembarangan, tanpa merasa bersalah. Padahal hal tersebut menjadi penyebab pencemaran lingkungan.

Selain itu, pembuangan sampah ilegal juga menjadi salah satu penyebab pencemaran tanah. Kita bisa saksikan, di perkampungan maupun pemukiman padat penduduk, ada lahan kosong yang dijadikan tempat pembuangan sampah. Semua jenis sampah, baik yang disengaja dan tidak disengaja, menyebabkan polusi tanah dengan melepas bahan kimia dan partikel mikro saat terdegradasi.

Limbah

Pembuangan limbah padat oleh industri terkadang juga tidak dilakukan dengan benar dan tepat. Banyak industri yang hanya berpikir, mengangkut limbah dari lokasi industri ke tempat pembuangan tahapan sudah selesai. Jika tidak dikelola dengan baik, tempat pembuangan sampah bisa menjadi tempat pembuangan sampah yang dapat berkontribusi pada pencemaran tanah.

Urbanisasi dan Konstruksi

Penyebab pencemaran tanah bukan hanya berasal dari industri. Tetapi juga dari urbanisasi. Urbanisasi menyebabkan masyarakat membangun pemukiman baru di atas lahan-lahan yang mungkin tadinya sebagai lahan pertanian atau perkebunan. Pemukiman penduduk menjadi salah satu penyumbang sampah yang menyebabkan pencemaran tanah.

Jika bahan-bahan tersebut tidak dikelola dengan baik, akan menyebabkan pencemaran tanah di daerah tersebut.

Penambangan

Salah satu industri yang menyebabkan pencemaran tanah adalah pertambangan. Proses pertambangan yang melakukan ekstraksi mineral dan geologi dari dalam tanah, kemudian menjadi keperluan seperti bahan bakar, penambangan minyak, penambangan emas dan perak menjadi penyebab kerusakan tanah.

Proses ini, bagaimanapun menghabiskan sumber daya alam dan bumi sehingga menyebabkan kerusakan dan polusi tanah setelahnya. Sehingga merusak ekosistem alam di sekitarnya, mengubah lanskap tanah, dan menghancurkan habitat satwa liar serta tumbuhan.

Pertanian

Meskipun pertanian adalah kegiatan dasar manusia, tetapi proses pertanian yang tidak tepat menjadi salah satu penyebab kerusakan tanah. Kontributor kerusakan tanah dari pertanian adalah penggunaan pestisida, herbisida, pupuk, dan kotoran hewan.

Praktik pertanian yang tidak berkelanjutan seperti budidaya intensif dan berlebihan juga dapat menghilangkan nutrisi alami tanah, tidak lagi membuatnya layak digunakan di masa depan.

Efek Pencemaran Tanah

Apa efek dari pencemaran tanah? Meskipun tidak terlihat secara langsung, pencemaran tanah menyebabkan pengaruh pada lingkungan, terutama:

  • Kontaminasi air minum
  • Menyebabkan kesuburan tanah menurun dan berkurangnya ketersediaan pangan
  • Perubahan iklim, termasuk banjir bandang dan curah hujan tidak teratur
  • Bahaya kepunahan spesies di alam liar
  • Rusaknya habitat hewan dan tumbuhan
  • Pergeseran habitat, hewan terpaksa mengungsi ke tempat tinggalnya untuk bertahan hidup
  • Meningkatnya kebakaran hutan karena daerah tercemar
  • Meningkatnya polusi udara, akibat pembakaran sampah sembarangan
  • Pencemaran tanah dapat masuk melalui rantai makanan yang menyebabkan gangguan kesehatan
  • Meningkatnya masalah kesehatan manusia, termasuk kanker, penyakit pernapasan, dan cacat bawaan yang disebabkan paparan bahan kimia berbahaya

Cara Mencegah Pencemaran Tanah

Reboisasi

Proses Reboisasi untuk perbaikan tanah

Source: Kokolu.eco

Proses reboisasi di kawasan industri, terutama tambang perlu menjadi perhatian Manajemen. Cara ini cukup efektif untuk mengembalikan fungsi tanah dan mencegah terjadinya erosi serta banjir.

Pertanian

Proses pertanian perlu menghindari penggunaan pestisida dan kimia yang menyebabkan pencemaran tanah. Baik itu pertanian skala industri maupun individu, perlu memperhatikan hal ini, untuk membantu mengurangi dampak lingkungan. 

Pengolahan Limbah Padat

Industri bisa melakukan pengolahan secara tepat untuk limbah padat yang mengandung bahan kimia berbahaya dan beracun. Metode perawatan kimia yang efektif untuk lingkungan, akan mampu mengurangi polusi tanah. Metode pengolahan limbah bisa dilakukan dengan netralisasi. Cara ini akan mengurangi tingkat pH pada limbah di tempat pembuangan sampah.

Mengurangi Limbah

Industri bisa memanfaatkan limbah yang sudah tidak terpakai untuk di daur ulang atau menjual kembali ke industri yang bisa memanfaatkannya. Dengan cara ini, limbah padat tidak lagi menjadi masalah signifikan, karena jumlahnya bisa dikurangi. Meskipun cara ini tidak mudah untuk dilakukan, tetapi ada banyak cara industri bisa mengurangi pelepasan limbah padat dalam proses industri.

Kesimpulan

Sumber pencemaran tanah cukup bervariasi, mulai dari sektor primer hingga siklus hidup produk sehari-hari. Untuk mencegah dan mengurangi pencemaran tanah, upaya yang lebih besar bisa menjadi langkah efektif untuk mengurangi pencemaran tanah. 

Industri juga perlu mengurangi penggunaan bahan kimia beracun untuk mengatur dan mengendalikan industri dalam memverifikasi emisi yang dihasilkan dari pencemaran tanah. Sehingga industri yang menjadi penyebab pencemaran tanah bisa mengurangi dampaknya terhadap lingkungan.

Anda juga bisa melakukan uji dan analisa lingkungan di sekitar industri dengan menggandeng PT Advanced Analytics Asia (A3) Laboratories. Dapatkan penawaran untuk Melakukan uji dan monitoring lingkungan.

Tinggalkan Balasan